Shaping a Resilient Food Estate for Indonesia
The Ultimate Platform for Professionals, Innovators, and Enthusiasts to Revolutionize Agribusiness and Drive Sustainable Growth in Indonesia.

04 – 07 November 2026 • Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City

Days to INDOGRITECH 2026

Day(s)

:

Hour(s)

:

Minute(s)

:

Second(s)

Peran perguruan tinggi dalam mempercepat transformasi pertanian modern kembali ditegaskan melalui dukungan IPB University terhadap penyelenggaraan IndoGriTech Expo 2025. Sebagai ajang pameran teknologi pertanian terbesar di Indonesia, IndoGriTech menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah dalam mendorong penerapan inovasi di sektor pertanian nasional.

Sebagai kampus yang tercatat paling inovatif berdasarkan penilaian Business Innovation Center (BIC), IPB University terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan pertanian berkelanjutan dan berbasis teknologi. Upaya ini dilakukan untuk menjawab tantangan ketahanan pangan, peningkatan produktivitas, serta pemberdayaan sumber daya manusia pertanian di era modern.

Menurut Alvian Helmi, Direktur Kerjasama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University yang juga dosen di Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB memiliki dua fungsi utama dalam mendukung kemajuan pertanian nasional.“Pertama, IPB berperan dalam meningkatkan kualitas SDM pertanian melalui pendidikan dan riset, mencetak calon-calon inovator muda yang siap memajukan sektor pertanian Indonesia. Kedua, melalui berbagai penelitian dan pengembangan, IPB menghasilkan inovasi-inovasi mutakhir untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil pertanian,” jelas Helmi.

Helmi juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ekosistem pertanian modern. “Kolaborasi adalah keniscayaan. Perguruan tinggi menjadi pencetak sumber daya unggul, pemerintah sebagai regulator yang mendukung kemajuan sektor, dan industri berperan penting dalam men-scale up hasil riset agar dapat dikomersialisasikan dan dimanfaatkan secara luas,” tambahnya.

Untuk mendukung pembelajaran praktis dan penerapan teknologi, IPB mengembangkan fasilitas seperti Kebun Sabisa Farm dan Agribusiness and Technology Park (ATP). Melalui Sabisa Farm, mahasiswa belajar mengelola kebun dan bisnis pertanian secara langsung, semen

tara ATP menjadi wadah penghubung antara petani sekitar kampus dengan industri dan pasar, agar mereka memahami standar mutu, kebutuhan industri, serta peluang pasar yang ada.

Helmi juga menyoroti tantangan menurunnya minat generasi muda terhadap pertanian. “Padahal peluang di sektor ini masih sangat besar. Selama manusia membutuhkan pangan, bisnis pertanian akan tetap hidup. Karena itu, IPB membuka akses fasilitas-fasilitasnya tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga masyarakat dan generasi muda sekitar agar mereka bisa ikut berkontribusi bagi kemajuan pertanian Indonesia,” ujarnya.

Keterlibatan IPB University dalam IndoGriTech Expo 2025 menjadi langkah strategis untuk memperkuat jejaring kolaborasi antara kampus, pemerintah, industri, dan masyarakat. Menurut Helmi, pameran ini bukan hanya menjadi ajang untuk menampilkan inovasi, tetapi juga wadah untuk membangun sinergi nyata bagi kemajuan pertanian nasional.

Hadirilah INDOGRITECH EXPO (IGT), ‘’Shaping a Resilient Food Estate for Indonesia”, 06 – 09 November 2025 di ICE, BSD City. Ikuti juga update seputar pameran ini di Instagram @indogritech dan Facebook Official Indogritech Expo.